Kamu Bukan Penyakitmu: Jangan Biarkan Sakit Menentukan Siapa Dirimu
Ketika seseorang mendapatkan diagnosis penyakit, tidak jarang kondisi tersebut perlahan memengaruhi cara ia melihat dirinya sendiri.
“Saya penderita diabetes.”
“Saya punya autoimun.”
“Saya memang orangnya cemas.”
Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar biasa. Namun, jika terus melekat dalam pikiran, kita bisa tanpa sadar mulai melihat diri hanya dari kondisi kesehatan yang sedang dialami. Padahal, kamu bukan penyakitmu.
Seperti yang sering disampaikan oleh Putu Eka Suryawan, penyakit seharusnya tidak menjadi identitas yang membuat seseorang lupa bahwa dirinya jauh lebih besar daripada kondisi yang sedang dihadapi. Penyakit adalah bagian dari perjalanan hidup seseorang, tetapi bukan keseluruhan cerita tentang siapa dirinya.
Kamu Lebih dari Kondisi Kesehatanmu
Menghadapi penyakit tentu bukan hal yang mudah. Ada rasa takut, lelah, khawatir, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap tubuh sendiri. Namun, di balik kondisi tersebut, masih ada begitu banyak bagian dari diri kita yang tetap ada. Kita tetap memiliki keluarga, pekerjaan, hobi, impian, orang-orang yang dicintai, serta berbagai pengalaman yang membentuk diri kita. Satu kondisi kesehatan tidak pernah cukup untuk menggambarkan seseorang secara utuh. Karena itu, jangan sampai sebuah diagnosis membuat hidup terasa seolah hanya berisi tentang sakit dan pengobatan.
Jangan Biarkan Penyakit Membatasi Hidupmu
Ketika terlalu fokus pada penyakit, kita bisa mulai membatasi diri dengan berbagai anggapan.
“Aku tidak bisa melakukan itu karena aku sakit.”
“Aku memang begini karena punya penyakit.”
“Aku mungkin akan selalu seperti ini.”
Padahal, memiliki kondisi kesehatan tertentu bukan berarti semua harapan harus berhenti. Memang, ada batasan yang perlu diperhatikan dan perawatan yang harus dijalani. Mengikuti anjuran dokter dan menjaga kondisi kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi penyakit. Namun, di saat yang sama, kita juga perlu mengingat bahwa hidup bukan hanya tentang penyakit yang sedang kita hadapi. Selama kondisi tubuh memungkinkan, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan, dinikmati, dan diperjuangkan.
Menerima Kondisi Bukan Berarti Menyerah
Menerima kondisi kesehatan bukan berarti pasrah atau berhenti berusaha. Sebaliknya, penerimaan dapat menjadi langkah untuk mulai melihat tubuh dengan lebih bijaksana. Daripada terus mengatakan, “Aku adalah orang sakit,” kita bisa mulai mengubah cara memandangnya menjadi, “Saat ini tubuhku sedang menghadapi kondisi tertentu, dan aku sedang belajar merawatnya.” Keduanya mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang berbeda. Kalimat pertama seolah menjadikan penyakit sebagai identitas. Sementara kalimat kedua mengingatkan bahwa penyakit hanyalah salah satu bagian dari perjalanan hidup.
Berikan Tubuh Waktu untuk Beristirahat dan Dirawat
Merawat diri tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Tidur yang cukup, makan lebih teratur, bergerak sesuai kemampuan, mengelola stres, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat adalah beberapa bentuk perhatian sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Kita juga bisa menciptakan ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Misalnya, melalui ritual perawatan tubuh dengan membalur minyak secara perlahan dan penuh perhatian. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi momen untuk kembali merasakan tubuh, memperlambat ritme, dan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Bagi Putu Eka Suryawan, sentuhan dan kesadaran terhadap tubuh juga merupakan bagian dari perjalanan seseorang dalam merawat dirinya. Melalui pemikiran tersebut, Varash hadir sebagai bagian dari ritual perawatan diri, menemani kita memberikan perhatian kepada tubuh melalui sentuhan yang lembut dan penuh kesadaran. Bukan untuk menggantikan pengobatan medis, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan merawat diri sehari-hari.
Kamu Tetap Kamu
Penyakit mungkin menjadi bagian dari perjalananmu. Namun, penyakit bukanlah seluruh dirimu. Kamu tetap memiliki mimpi. Tetap memiliki harapan. Tetap memiliki orang-orang yang mencintaimu. Dan tetap memiliki banyak hal yang layak untuk dijalani. Seperti pesan yang ingin disampaikan melalui pemikiran Putu Eka Suryawan, jangan sampai kondisi kesehatan yang sedang kita alami membuat kita lupa melihat diri secara utuh.
Rawat tubuhmu. Jalani perawatan yang kamu butuhkan. Dengarkan kondisi tubuhmu. Dan jangan lupa untuk tetap menjalani hidup.
Karena dirimu jauh lebih besar daripada satu diagnosis.
Kamu bukan penyakitmu.