Manfaat Grounding pada Anak: Aktivitas Sederhana untuk Lebih Dekat dengan Alam

Team Varash 06 Oktober 2026 5 menit baca
Manfaat Grounding pada Anak: Aktivitas Sederhana untuk Lebih Dekat dengan Alam

Di tengah kebiasaan anak yang semakin dekat dengan gadget dan aktivitas di dalam ruangan, mengajak mereka kembali bermain di alam bisa menjadi pengalaman yang berharga. Salah satu aktivitas sederhana yang dapat dilakukan adalah grounding atau berjalan tanpa alas kaki di permukaan alami, seperti rumput, tanah, atau pasir. Grounding pada anak tidak harus menjadi aktivitas yang rumit. Membiarkan anak berjalan di halaman, bermain pasir di pantai, atau merasakan rumput dengan telapak kaki sudah menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan mereka kembali pada lingkungan alami.

Apa Itu Grounding pada Anak?

Grounding sering dikenal sebagai aktivitas melakukan kontak langsung antara tubuh dengan permukaan bumi, misalnya dengan berjalan tanpa alas kaki di atas tanah, rumput, atau pasir. Pada anak, aktivitas ini juga dapat menjadi bagian dari kegiatan bermain di alam. Anak dapat merasakan berbagai tekstur melalui telapak kaki sambil bergerak, berlari, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Perlu dipahami bahwa berbagai klaim khusus mengenai efek “energi bumi” dari grounding masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, penelitian mengenai interaksi anak dengan alam menunjukkan bahwa aktivitas dan paparan terhadap lingkungan alami berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan serta kesejahteraan anak.

5 Manfaat Grounding pada Anak

1. Membantu Anak Lebih Rileks

Berada di alam memberikan suasana yang berbeda dibandingkan ketika anak terus berada di dalam ruangan. Suara angin, pepohonan, pasir, rumput, dan lingkungan terbuka dapat menjadi pengalaman yang lebih menenangkan. Sejumlah penelitian mengenai hubungan anak dengan alam menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap kesejahteraan emosional dan kesehatan mental anak, meskipun kekuatan buktinya masih bervariasi.

Grounding dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengajak anak berhenti sejenak dari layar dan menikmati lingkungan di sekitarnya.

2. Memberikan Stimulasi Sensorik Alami

Ketika berjalan tanpa alas kaki, telapak kaki anak dapat merasakan banyak tekstur yang berbeda.

Misalnya:

  • rumput yang lembut,

  • pasir yang halus,

  • tanah yang sedikit kasar,

  • hingga perubahan suhu permukaan.

Pengalaman seperti ini membuat anak mengenal lingkungan bukan hanya melalui penglihatan, tetapi juga melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Aktivitas tersebut dapat dijadikan bagian dari permainan sensorik yang sederhana dan menyenangkan.

3. Mendorong Anak Lebih Aktif Bergerak

Salah satu manfaat terbesar dari mengajak anak bermain di alam sebenarnya sederhana: anak menjadi lebih banyak bergerak. Saat berada di taman atau pantai, anak biasanya akan berjalan, berlari, melompat, mengejar sesuatu, hingga mengeksplorasi lingkungan. Sebuah tinjauan sistematis mengenai pengalaman anak di alam menemukan bahwa penelitian observasional menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang cenderung lebih tinggi ketika anak berada di lingkungan alami dibandingkan beberapa kondisi pembanding. Karena itu, grounding dapat dikombinasikan dengan permainan aktif agar pengalaman di alam terasa lebih menyenangkan.

4. Memberikan Waktu Istirahat dari Gadget

Grounding juga bisa menjadi alasan sederhana bagi orang tua untuk membuat waktu tanpa gadget bersama anak. Alih-alih terus melihat layar, anak diajak memperhatikan apa yang ada di sekitarnya. Cobalah meminta anak merasakan pasir dengan kakinya, melihat bentuk awan, mendengarkan suara burung, atau berjalan perlahan di rerumputan. Aktivitas sederhana seperti ini membantu anak hadir pada pengalaman yang sedang dilakukan sekaligus memberikan variasi dari rutinitas digital sehari-hari.

5. Membantu Anak Lebih Dekat dengan Alam

Kebiasaan mengenalkan alam sejak kecil juga dapat membangun hubungan yang lebih dekat antara anak dengan lingkungan. Penelitian mengenai paparan ruang hijau dan lingkungan alami menemukan adanya hubungan yang menjanjikan dengan beberapa aspek kesejahteraan, perilaku, dan perkembangan anak. Namun, hasil penelitian masih beragam sehingga tidak tepat menganggap alam atau grounding sebagai terapi untuk kondisi medis tertentu. Yang paling penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk bergerak, bermain, dan mengenal lingkungan secara langsung.

Bagaimana Cara Melakukan Grounding pada Anak?

Grounding tidak membutuhkan perlengkapan khusus. Orang tua dapat mengajak anak:

Berjalan tanpa alas kaki di rumput
Biarkan anak berjalan perlahan sambil memperhatikan bagaimana tekstur rumput terasa pada telapak kakinya.

Bermain pasir di pantai
Berjalan atau bermain di pasir menjadi salah satu aktivitas grounding yang mudah sekaligus menyenangkan.

Bermain di halaman rumah
Jika tersedia halaman yang aman dan bersih, anak dapat bermain tanpa alas kaki beberapa saat.

Berjalan bersama keluarga
Grounding juga dapat menjadi momen kebersamaan. Orang tua dapat ikut berjalan dan menikmati suasana alam bersama anak.

Tidak ada durasi khusus yang terbukti harus dilakukan. Mulailah beberapa menit sesuai kenyamanan anak dan biarkan kegiatan berlangsung secara alami.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Anak Grounding

Walaupun sederhana, keamanan tetap menjadi prioritas. Pastikan permukaan tempat anak berjalan bebas dari pecahan kaca, batu tajam, duri, sampah, benda panas, atau benda lain yang dapat melukai kaki. Perhatikan juga suhu tanah atau pasir. Pasir pantai pada siang hari dapat menjadi sangat panas bagi telapak kaki anak. Jika anak mempunyai luka terbuka pada kaki, masalah kulit, gangguan sensasi, atau kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya gunakan perlindungan yang sesuai dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan. Jangan memaksakan anak untuk melepas alas kaki apabila ia merasa takut atau tidak nyaman.

Grounding Bukan Tentang Seberapa Lama Anak Menyentuh Tanah

Manfaat kegiatan ini tidak perlu dibuat rumit. Grounding bisa menjadi pengingat sederhana bahwa tubuh anak juga membutuhkan kesempatan untuk bergerak, bermain, merasakan alam, dan berhenti sejenak dari rutinitas di depan layar. Di antara kesibukan keluarga dan perkembangan teknologi, terkadang pengalaman sederhana seperti berjalan di rumput atau bermain pasir justru menjadi momen yang paling berkesan bagi anak. Jadi, sesekali ajak anak keluar rumah. Biarkan mereka merasakan tanah, rumput, pasir, udara pagi, dan lingkungan di sekitarnya. Karena mengenalkan anak pada alam bukan hanya tentang berjalan tanpa alas kaki, tetapi juga memberikan ruang kepada mereka untuk bermain, mengeksplorasi, dan tumbuh bersama alam.

Bermanfaat? Bagikan ke orang tersayang.

Varash Herbal

Rawat kesehatan keluarga secara alami

Temukan minyak balur herbal dengan 108 rempah pilihan Nusantara.

Lihat Produk

• Baca Juga

Artikel Lainnya

Lihat semua